PACARAN

Posted by Maywan Suprihartanto | 9:04 PM | 0 comments »

PACARAN

. . .mungkin memang benar kalau baby pacarnya raindayz dan mungkin juga benar klo bius itu suka nge replace nick DEWA menjadi DEWI. Tapi itu semua kan hanya dalam dunia maya jadi kita enggak tau apakah sebenarnya yang terjadi, aku sebenernya dah tanya sama Paman Google Bibi Yahoo sampe kirim sms ke Malaikat nan jauh disana, tapi tetep aja jawabanya NIHIL.

Pertanyaanya adalah apakah itu " PACARAN ", nah menurut pembaca sekalian menurut opini anda pacaran itu MUDAH / ENAK / PELAMPIASAN atau KASIH SAYANG ?
Mungkin hanya diri anda dan bagi anda dan sekalian saja yang dapat menjawab.

ada yang bilang pacaran itu kadang cuma ujung2nya pelampiasan HAWA NAFSU kenapa ada yang beranggapan demikian, ya kalo menurut hamba karena setelah kita kenalan trus tiap hari ketemu jalan2 dan sebagainya nanti kita berangan2 . . .
--- gimana sih rasanya dicium pipinya ( serius saya lom pernah ( cuma sering pegang cewek BALITA >_< )
--- gimana sih rasanya pegang dada <-- serius saya lom pernah ( cuma pegang dada PUYUH sama AYAM GORENG )
--- gimana sih rasanya JOIN <-- wakakaa join #nyubicrew khusus HOMO
--- ujugnya gimana sih rasanya bersenggama <-- nah ini saya pernah ada di SARKEM kadang MIMPI BASAH ( aku JUJUR KACANG IJO nee )

itu sih menurut opini saya, bagaimana dengan anda2 saya kurang mengerti

Postingan ini bukan mau ngomongin PACARAN yang artinya kekasih pujaan hati, soulmate, boyfriend, or whatever they’re called. Tapi pacar disini adalah nama tumbuhan yang daunnya biasa dipake buat mewarnai kuku, itu lho daun pacar yang waktu SD (biasanya anak cewek) biasa kita tumbuk halus trus dikasih air trus taruh deh di kuku kita kayak make kuteks, tunggu beberapa menit, kemudian bersihkan dengan air, dan…foila! Jadilah kuku kita berwarna merah atau oranye gitu.

wah wah kok jadi eror gini, mungkin otak kita dah kena virus BRONTOK made in mas elangdewa

Nah, jaman sekarang ini yang namanya pacar udah nggak seribet dulu, sekarang bentuknya udah macem2,warnanya juga macem2; ada yang merah, oranye, coklat, hitam, ada yang bentuk bubuk jadi tinggal dikasih air, ada juga yang dlm bentuk tube yang ready to use alias tinggal pakai aja, praktis!


Kebetulan aku suka pake yang bentuk terakhir ini, yang nggak ribet. Sebenernya udah lumayan lama aku nggak pake pacar. Eits aku terpaksa pake biar keren, kan nanti kitik2 di deket paha cewek jadi keren wakaakakkakaa pokoknya PEMBACA sekalian pasti salah mengartikan
INI PACARAN BUAT membedakan mana cowok mana cewek <-- ini nasehat dair NABI klo namanya orang PACARAN itu dulu berarti dia CEWEK

hahaha puas deh :D

SEBUAH ILUSI

Posted by Maywan Suprihartanto | 5:56 AM | 0 comments »

Aku terjaga dari mimpiku karena melihat seorang gadis bermain piano dengan nada yang sangat menyayat hati , tapi anehnya sampai aku terbangun masih kudengar sayup2 dentingnya ``siapa gerangan yg memainkannya di tengah malam begini `` kataku lirih

Besoknya aku kesiangan , kusamber handuk untuk mandi , ganti baju langsung aku berangkat NGULI ah. Sampai dikelas aku kaget [ ohhh serammmmm ^_^ ]karena dari belakang bentuk tubuh dan rambut yg dimiliki Sherlly itu mirip dalam mimpiku.

Devi adalah sahabatnya Sherlly, sedangkan Devi adalah pacarku [ wakakakak ngimpi banget nigh T_T ]. Aku dan Devi memang sering ribut karena ketidak cocokan kami . Devi itu orangnya egois dan suka ngatur [ wah kok beda banget ama di pilem T_T ] , jika habis cekcok Devi pasti mengancam minta putus jika sudah tak menyapa , Sherlly lah yg pontang panting mempersatukan kami kembali. [ simbiosis parasitisme tenan nigh :P ]

Sherlly orangnya lembut , sabar , ramah. Sebenernya dia cewek yg sangat baek , ``ah kenapa aku jadi memikirkan Sherlly
``, gumamku . Tapi apa hubunganya dengan mimpiku , dan malam itu juga aku terjaga lagi dengan mimpi yg sama .

Seorang gadis bermain piano membelakangiku , kuamati sekali lagi persis seperti ketika Sherlly jika kulihat dari belakang . Sementara mimpi itu kubuang jauh2 dulu , karena ujian akhir telah tiba [ ujian rintik 2 nigh :P ] . Sorenya aku ke rumah Sherlly karena rumahnya paling dekat dengan diriku diantara temen2ku .

`` Sherlly aku pinjam buku AKIDAHmu ``, kataku [ biasanya sih aku pinjem buku ramalan togel ] , kemudian dia masuk kamar bwat ngambil buku yg kuinginkan , dan aku langsung pamit pulang [ sebenernya sih nunggu dia kasih aku makan dan minum but gak di tawarin T_T ]

Dari rumah aku langsung menyalin buku milik Sherlly . Tiba2 sampulnya kutarik dan robek , disana ada puisi dengan iseng aku baca



Sekeping hati yg terluka . . . . .
Tanpa Cinta . . . . . . Tapi terluka . . . . .
Hatiku tersayat . . . . . Karena kusayat sendiri . . . . . , dengan Cinta yang tak pasti . . . . .
Iwe aku mencintaimu . . . . .
Tapi kamu milik sahabatku . . . . .



Aku tertegun dan terharu setelah membacanya, ``ah Sherlly kamu juga pandai menyimpan perasaan, kemudian ku tulis di bawah puisinya

`` Sherlly , semoga Tuhan menyatukan kita``


Telah ku coretkan dulu
Cerita cinta itu

Lalu kau menatapnya
Dan kuterima pujimu
Yang tak diduga

Cerita itu kisahku


Ketika diri mencari-cari arti
Ketika cinta mula bersemi
Katamu dia adalah aku
Kataku dia adalah engkau

Kita bungkam dalam persoalan
Sampai kini tiada jawaban

Bila sesekali bertemu
Kau pasti bertanya "Kisah siapakah itu ?
"Aku dalam lembut membujukmu"
Cerita itu benar !


KISAH KAU DAN AKU

Kamen Rider Black

Posted by Maywan Suprihartanto | 9:00 PM | 0 comments »

Kamen Rider Black ( yang artinya AYO MEMBACA ALMUNIUM )

maklumlah aku kan masih keturunan SINGAPORE kakeku yang ngecat.

kamu sekalian masih inget kan tentang pilem yang satu ini, yang ngebuat kalian jadi mandi jam 4sore, yang ngebuat kalian jam 5 dah nonkrong di telepisi dan yang pasti NGEBUAT KALIAN NUNDA2 SHOLAT MAGHRIP ( hehe jujur nee nunggu iklan tinggal wudhu dulu, setelah kelar pilemnya baru take a pray )

oke lets cerita aja dah ( buruan dikeluarin <-- kata perek2 sarkem klo dah sebel gak keluar gak mikir kita2 bayar minimal 60rebu pa ya behahahaha ) Kotaro Monami lahir bersamaan dengan Akizuki Noboyiko dengan bertepatan adanya pristiwa gerhana matahari ( matahari dimakan butocakil ni klo di pewayangan ) . Ketika mereka merayakan pesta ulang tahunnya yang ke 19 Organisasi Rahasia yang dikenal dengan nama Gorgom menangkap Kotaro Minami dan Noboyiko untuk di jadikan Raja Abad (Century King). Kotaro Minami oleh Gorgom akan dijadikan sebagai Surya Hitam (The Black Sun). Pada saat mereka hendak di cuci otaknya, ayah angkat Kotaro Minami yang merupakan Ayah dari Noboyiko mencoba mengagalkan Oprasi tersebut. Dengan adanya kejadian itu Kotaro Minami berhasil meloloskan diri dari cengkraman Gorgom, namun sayang Noboyiko tidak bisa melarikan diri. Kotaro Minami menaiki Kendaraan Belalang Tempur (Battlehoper) untuk lari dari Markas Gorgom. Walau Kotaro Minami berhasil kabur dia telah menjalankan oprasi sebelumnya oleh Gorgom, sehingga di dalam perutnya telah ditanam Batu Raja Matahari (King Stone of the Sun), dari situlah dia bisa berubah menjadi Kamen Rider Balck, serta dapat menghimpun kekuatan. ( intinya KOTARO MINAMI adalah RIPPER kayak nakkuta, baby end KirD in #nyubicrew. Akizuki Noboyiko yang tidak bisa melarikan diri menjadi Shodow Moon oleh Gorgom. Mereka berdua Kamen Rider Black dan Shodow Moon di adu domba untuk meraih gelar Raja Abad bagi yang menang dalam pertarungan ( memperebutkan HOMO_EDITION2001 tentunya :P )

nah dibawah ini adalah cara2 ato jurus yang dilakukan untuk perubahanya










Data Tinggi : 198 cm Berat : 87kg
Kemampuan melompat : 30 m
Jurus pamungkas : Tendangan Mawut, Pukulan Mawut

eh jangan lupa, klo si KirD kan punya kendaraan berperang yaitu CB 100 yang sering macet di per4tan Mekah klo jagoan kita ini punya BELALANG TEMPUR


Ada lagi motor baja yang dia punya, buat nembus tembok dan dengan pelindung serta kecepatan yang kayak ANTANGIN JRG BILANG . . . .wes hewes hewes bablas GANTENGE :P ( namanya ROCKSEKTOR bukan underROCK lhoh maap klo salah nulis yg penting telinga aku dengernya gitu )








Sebatas Mimpi

Posted by Maywan Suprihartanto | 10:26 PM | 0 comments »

Sebatas Mimpi

Jika ada kontes orang terkutubuku di dunia, maka mungkin Iwe yang memenangkannya. Ya, karena Iwe, 3 SMU, adalah tipe pelajar sempurna yang mempunyai sobat karib seperti buku pengetahuan dan komputer. Yang terakhir ini dilengkapi dengan Internet. Tentu saja bukan untuk melihat apa yang pelajar “nakal” lihat atau sekedar untuk memuaskan jiwa haus ilmu yang rasanya sudah menjadi salah satu kebutuhan dasar hidupnya. Mengenai fisiknya, hmm, dia adalah orang terganteng di dunia (itu kata bokapnya) kalau kata teman-teman dia sih, lumayan…untuk bantu-bantu ngepel rumah.

Yah, begitulah wajahnya memang kurang dari sempurna bin amburadul, apa lagi dengan kacamata yang bikin matanya kelihatan seperti biji kwaci dari depan, rambutnya yang heboh ( bikin emosi ), dan tubuh kurus yang item, lengkaplah penderitaannya. Maka dengan kekuperannya (dampak negatif dari seorang kutubuku) dan kekurangan fisiknya, dia susah mendapat teman. Malah, dia belum punya sama sekali. Teman-temannya menjauhinya, karena dia adalah orang yang engga “asyik” untuk diajak bergaul. Levelnya beda, kata salah satu saksi. Bagaimana pun juga, tanpa sepengetahuan mereka, Iwe adalah anak yang sopan dan baik hati. Tragis yah?

“Hah? Lo mo jodoin gue?”, tanya Dina. Dina sendiri, seperti namanya, mungkin merupakan salah satu wanita yang tercantik yang pernah ada. Rambutnya yang panjang, gayanya yang lembut, dan matanya yang sayu, adalah pencerminan dari kesempurnaan ciptaan Tuhan. Tapi…lain dengan hatinya. Hatinya buruk sekali. Karena kecantikannya, dia sombong dan angkuh. Sikapnya dingin dan melecehkan kepada lawan jenisnya. Untungnya bagi Dina, dia cantik, maka dia populer di kalangan sekolah dan pergaulan-pergaulan remaja lain. Dia juga terkenal sudah membintagi beberapa film. Katanya sih, dia pernah main film-film kartun Indonesia. Dia juga beberapa kali menghiasi halaman-halaman majalah SMU sebagai model, model kaos kaki. Dina lalu berjalan melintasi kamarnya di rumahnya yang megah itu.

“Iya, Din, lo kan belon dapet-dapet pacar! Lo udah kelas 3 SMU lho! Kapan lagi? Nah, gue ada orang yang cocok untuk lo, Din!”, ucap Ayu, sepupu Dina yang sepantaran dengannya.
“Yee…itu karena gue aja yang pemilih, gue bisa kapan pun pacaran. Gampang, Yu`! Gampang! Eh, lo ada fotonya gak?”
Ayu menyerahkan foto orang yang luar biasa tampan. Bayangin aja kalau Primus + Anjasmara diblender jadi satu. Dina berdecak-decak kagum. Dia menggeleng-geleng persis kaya ikan lele keluar dari air. “Gile bener…lo punya temen kaya gini gak bilang-bilang! Kenalin dong!”, Dina merajuk. Ayu tersenyum. “Sini, biar gue comblangin! Lo tulis aja surat pendek, bilang hai atau kenalan yuk atau apa gitu kek.”, kata Ayu
“Heh? Sorry ya! Gengsi gue kemana, man? Lo suruh aja dia minta kenalan ke gue dulu. Temen sekolah lo kan?”, Dina menjaga kesombongannya. Ayu hanya mengangguk. Dia tersenyum, nakal.

* * *
Esoknya, di sekolah, Ayu langsung mendatangi orang yang akan dicomblangnya kepada Dina. Orang itu ternyata bedaaaa banget dengan di foto. Orang itu adalah Iwe (yang sudah diceritakan tadi di awal cerita, inget kan?). Rupa-rupanya ada udang di balik tempura. Ayu punya niat mau ngerjain sepupunya yang sombong itu. Iwe dia suruh untuk menulis surat permohonan kenalan pada Dina (duile…mau kenalan aja harus pake surat permohonan segala), malah tadinya Dina bilang harus pakai cap dari kelurahan, tapi setelah Ayu memohon-mohon. Yah, cukup tanda-tangan saja.

“J-j-jadi, aku bisa dapat pacar? Asyik…nanti kamu ajarin aku pacaran yah! Aku belum pernah sama sekali nih…”, Iwe kegirangan saat dia dengar Dina naksir dia (tentu saja bohong!).
“Ye elah…lo buat aja dulu suratnya, anaknya cantik kok, dia bilang dia ngebet banget ama rambut yang bikin emosi lo en’ pala peyang lo. Tenang aja, gue comblangnya, lo gak usah takut!”
“Centong? Apaan sih centong? Lapar ya?”, Iwe kebingungan. “Comblang, dodol! Aduh nanti gue jelasin, sini suratnya.” Suratnya cukup singkat. Tapi yang menarik adalah permakaian kata-katanya, khas orang terpelajar, bagus dan menarik hati. Tapi…ada sedikit aku-kamu yang harus diganti jadi gue-lo. Gampang, pikir Ayu. Bret! Terdengar suara seperti celana robek. “Eh? Apaan tuh, Ayu?”, Ayu bertanya-tanya. “Umm…Anu…aku…kentut..dikit sih, gak bau kok!”. Ya amplop, jujur bener. Ayu langsung ambil langkah seribu.

Surat permohonan itu sampai ke tangan Dina. Dia senang sekali membaca surat yang indah itu. Maka, hubungan mereka pun berlanjut. Surat-suratan dilakukan terus-menerus. Tentu saja dengan bantuan Ayu (yang juga mensensor kata “aku” dan “kamu” dari setiap surat Iwe.). Bahkan, mereka sudah mulai telpon-telponan. Dan sekitar sebulan setelah mereka berhubungan seperti itu, Iwe, yang belum pernah melihat Dina sebelumnya, mulai merasakan cinta yang seharusnya dia dapat beberapa tahun lalu. Sedangkan Dina, yang benar-benar menjadikan Iwe (yang berwawasan luar dan pintar sekali) teman curhatnya, teman yang bisa diajak ngobrol dikala ada masalah, atau sekedar pengusir kebetean semata. Setiap Dina ada masalah, pasti ada Iwe memberikan penyelesaian-penyelesaian yang bijaksana. Maka, Dina pun mulai merasakan cinta.Tapi tentu saja 99% dari cintaya itu berdasarkan bayangan Dina tentang Iwe yang luar biasa tampan seperti foto yang ditunjukkan Ayu (yang tentu saja merupakan kebohongan besar).

Lalu datanglah hari yang istimewa, Dina ultah. Di hari ultahnya itu Dina mengundang Iwe untuk menghadiri pesta ultahnya yang dirayakan di sebuah cafĂ© terkemuka. Irshan menyanggupinya dan berkata dia akan datang. Sesungguhnya, ini adalah pesta pertama untuk Iwe, dan dia tidak tahu persiapan dan baju apa yang harus dia kenakan. Maka, dengan berbekal sedikit buku pesta. Dia bersiap-siap untuk pergi ke pesta itu. Di hari yang ditentukan, Iwe terlihat siap. Rambutnya yang keriting dia coba belah tengah, yang membuatnya jadi tampak konyol. Dia memakai tuxedo dan hem biru, ditambah dengan dasi kupu-kupu yang lumayan besar. Iwe bangga pada dirinya. Dia menganggap bahwa dia adalah orang yang keren sekali saat itu. Tapi…dilain pihak, jika ada orang yang melihatnya seperti itu, tentu saja dia akan dicap norak dan konyol. Sayangnya, Iwe tidak tahu apa-apa.

* * *
Suasana pesta itu amat meriah. Manusia-manusia funky dan gaul datang kesana. Cewe-cewenya berpakaian sexy dan menarik. Dan pestanya berlangsung dengan cara anak muda, hura-hura. Semboyan “Have fun go mad” terlihat banget diterapkan secara baik. Dina, yang berultah, sekaligus menjadi bunga pesta itu terlihat gelisah menunggu kehadiran Iwe. Dia sudah cerita ke hampir semua tamunya kalau hari ini gebetannya akan datang, gebetannya yang cakepnya melebihi cover boy. Alhasil, tak lama kemudian datang Iwe. Dengan bunga dikanan dan coklat dikiri dia memasuki ruang pesta. Orang-orang tertawa melihat mukanya dan dandanannya yang freak abis. Dina sendiri terpingkal-pingkal. “Siapa tuh? Main dateng ke pesta gue aja, Belum tau si Iwe, gebetan gue itu.”, kata Dina pada tamu-tamunya. Melihat kondisi seperti itu, Iwe bertanya setengah berteriak, “H-h-hallo teman-teman, aku mau nanya, apakah ada yang bernama Dina disini, saya Iwe.” Dina yang di pojokan terperanjat. “Haaaaaah????!!!!! Jadi selama ini lo ngerjai gue, Yu`r?”, teriak Dina. “Iya, gue iseng aja, lumayan kan?”. Dina merah padam. Dia malu sekali. Tamu-tamunya makin kencang tawanya. “Jadi, ini gebetan lo, Tan?” atau “Masih cakepan pembokat gue!” terlontar dari mulut mereka. Dina benar-bentar malu. Dia lari keluar ruangan. Iwe bengong. Ayu jadi engga enak. Sedangkan tamunya masih tertawa-tawa saja.
Di luar, hujan turun. Tubuh Dina sedikit basah kuyup, tetapi matanya kebanjiran. Dia sedang menunggu taksi lewat. Tiba-tiba terdengar suara dari belakang.

“Aku sudah dengar singkatnya dari Ayu. Kamu pasti kecewa, ya?” Itu adalah Iwe, dia membawa payung dan menyerahkannya ke Dina. Iwe basah kuyup. “Masuklah, Tan. Ini pestamu. Aku engga mau merusaknya. Tenang saja. Kamu engga akan mendengar tentangku lagi kok. Rasanya, memang selamanya aku tidak akan punya teman, eh?”, Iwe melangkah menjauh diterpa hujan yang semakin deras. “Iwe, kenapa lo begitu baik sih?”, tanya Dina. “Lucu, rasanya aku jatuh cinta…pada teman pertamaku.”, ucap Iwe tanpa menengok. “Cinta? Hah! Kamu engga pernah melihat foto dan tampangku selama ini kan?”


“Dulu, seorang bijak pernah berkata begini padaku, cinta tidak berdasarkan mata, namun berdasarkan hati. Jika kamu menemukan cinta, kejarlah dalam keyakinanmu. Tak usah engkau mendongak untuk melihat wajah mereka, pandanglah lurus…pandanglah lurus kedalam hati mereka. Karena, disitulah cinta bersembunyi.”, Iwe tersenyum. Dia melangkah lebih jauh, kali ini lebih cepat, sebentar saja dia sudah hampir tidak kelihatan.

Dina terhenyak, seketika itu kesombongan dan keangkuhannya runtuh. Dia ingat kembali betapa baik Iwe untuk menemaninya ngobrol dan membantu memecahkan masalah-masalahnya. Dia ingat betapa bijak Iwe dalam mendengar curhatnya. Dia sekarang menyadari cinta Iwe cinta tulus dan lembut. Bukan cDinaya yang munafik. Tangisnya semakin kencang. Dia menyesal karena baru kali ini hatinya terbuka. Baru kali ini dia menyadari bahwa tidak ada yang lebih mulia dari hati seseorang yang mencintai, dengan cinta yang tulus. Setengah berteriak, Dina berkata, “Iwe, aku cinta padamu!!!!” Percuma, Iwe sudah jauh sekali, apa lagi hujan semakin deras, yang membuat suara Dina tidak mungkin terdengar olehnya. Dina menunduk.


Biar kunikmati tiada kuingkari
Kau tetap di hati tak pernah terganti . . . . .
Biar brapa lama kumesti mendamba
Datangnya waktu berbagi hanya untukmu . . . . .
Akan ku tunggu . . . . .


Iwe melagukan lagu itu di tengah hujan. Sebagai ucapan hatinya kepada Dina. Sayang sekali Iwe sudah jauh dari Dina. Dia tidak mendengar ucapan cinta dari Dina tadi. Iwe pun menganggap Dina benar-benar tidak cinta kepadanya. Dia memandang ke atas. Langit begitu berbDinag malam itu. Dia berguman, “Aku cinta padamu Dina, selalu.”




My Iron Lung a.k.a KirD a.k.a Iwe a.k.a izmailov